<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5924663885305918589</id><updated>2011-11-17T08:07:09.054-08:00</updated><category term='bingung.'/><category term='Indonesia'/><category term='Did You Know'/><category term='Cinta'/><title type='text'>selamat datang di : OBAT NYAMUK community</title><subtitle type='html'>blog ini bikinan orang bingung. yang dikemas dengan gag karuan. bagi yang merasa blog ini bermanfaat, komen donk...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://oncommunity.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5924663885305918589/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oncommunity.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>k4bul h1d4yAt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03942054626421258864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_vUEfepeRAQI/TTJY6B6gjJI/AAAAAAAAABM/opW3ttbJ5Qg/S220/untitled.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5924663885305918589.post-2318685082452110372</id><published>2011-03-20T19:59:00.001-07:00</published><updated>2011-03-25T20:04:50.964-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bingung.'/><title type='text'>gag tau</title><content type='html'>karena lg bingung &lt;br /&gt;q tulis ja ni&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5924663885305918589-2318685082452110372?l=oncommunity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oncommunity.blogspot.com/feeds/2318685082452110372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5924663885305918589&amp;postID=2318685082452110372&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5924663885305918589/posts/default/2318685082452110372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5924663885305918589/posts/default/2318685082452110372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oncommunity.blogspot.com/2011/03/gag-tau.html' title='gag tau'/><author><name>k4bul h1d4yAt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03942054626421258864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_vUEfepeRAQI/TTJY6B6gjJI/AAAAAAAAABM/opW3ttbJ5Qg/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5924663885305918589.post-5961253306619614213</id><published>2011-03-11T05:09:00.000-08:00</published><updated>2011-03-11T05:09:24.946-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Did You Know'/><title type='text'>Tempat Tempat Paling MenyaramkanDi Kota Bandung</title><content type='html'>Bandung memiliki beberapa tempat yang terkenal angker. Cerita di balik tempat angkernya pun ada beragam versinya, berikut beberapa tempat angker di kota Bandung yang ane tau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Hantu Boneka di Jalan Babakan Siliwangi&lt;br /&gt;Konon katanya, di jalan tersebut pernah ada anak kecil yang tertabrak di depan pohon hingga meninggal. Agar tidak mengganggu, pohon tersebut diberi boneka yang digantung di atas pohon tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita dari mulut ke mulut, suatu malam hantu itu pernah melayang-layang di tengah keramaian jalan. Hantu itu berbentuk boneka panda kecil. Boneka itu adalah milik gadis kecil bernama Uci usia 2 tahun yang meninggal akibat tabrak lari pada tahun 1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita lain mengatakan arwah perempuan tersebut terlihat di pohon sekitar Jalan Siliwangi, bergelantungan sambil membawa bonekanya dan mukanya hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Hantu Garasi di Antara Jalan Dago-Dayang Sumbi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut informasi yang dihimpun detikbandung di rumah itu kabarnya ada mobil antik peninggalan Bung Karno. Garasi rumah itu tidak pernah ditutup, karena tiap malam terdengar suara seperti orang mengetuk pintu dari dalam garasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya, di situ kadang terlihat ada penampakan anak-anak, yang suka marah saat pintu garasi di tutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Pohon Karet Angker di SMA 2 Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah yang ada di Jalan Cihampelas ini punya pohon karet yang terkenal angker. Menurut kabar yang tersiar, di pohon tersebut ada suatu kelompok yang menjadikan pohon tersebut sebagai tempat syuting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang dari kelompok tersebut naik ke atas pohon karet itu. Saat kembali turun ke bawah, tangan orang itu sudah penuh dengan tulisan huruf sunda kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). SMA 5 dan SMA 3 Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita, sekolah favorit yang dulu bernama Hooge Burgere School itu ditunggui makhluk halus bernama Nancy. Wanita Belanda ini dikabarkan bunuh diri di sekolah itu dan kerap menampakkan diri. Orang yang berjalan di depan sekolah ini sebanyak tiga keliling, jika beruntung bisa melihat penampakan Nancy di jendela bagian atas. Kadang juga terdengar suara piano musik klasik di ruangan musik padahal tidak ada orangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). ITB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kolam mesin&lt;br /&gt;Dulu sekitar tahun ’98 ada sebuah kecelakaan, sebuah mobil tercebur di dalamnya dan mengakibatkan dua orang penumpangnya meninggal di kolam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sebagian besar lab-lab di mesin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Studio gambar mesin&lt;br /&gt;Disana sering ada suara meja gambar yang bergerak2 seolah- olah dipake buat ngegambar padahal setelah dicek ga ada siapa2,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Aula Barat, katanya sih ada hantu tanpa muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* PAU&lt;br /&gt;Yang ini udah jelas banget.. penampakan luarnya aja nyeremin. Konon katanya kalo kita lagi ‘beruntung’, bakal ngeliat ada orang jatoh dari lantai paling atas PAU dan kita bakal liat ancurnya badan tu orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Lapangan sipil, yang di bawah pohon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6). Rumah Ambulance, Jalan Bahureksa No. 15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah inilah terparkir ambulance tua berbalut terpal coklat yang dijadikan ide film Hantu Ambulance . Sempat muncul kejadian aneh saat shooting film ini. Ketika terpal ambulance tua itu dibuka oleh paranormal Ki Kusumo, seorang kru kerasukan dan bohlam lampu kamera pecah. Desas-desus lain yang muncul, bekas rumah kos ini merupakan tempat prostitusi. Hantu ambulance adalah alibi untuk mengelabui warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7). Gereja tua di Pasteur&lt;br /&gt;Menurut kabar, gereja ini dikenal sebagai gereja setan. Gereja ini berlokasi di belakang hotel Grand Aquila Pasteur dan memiliki patung gurita raksasa di atapnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8). Patung H.C. Verbraak di Taman Maluku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.C. Verbraak merupakan pastor Belanda yang bertugas di Aceh pada 1870 dan beberapa daerah lain. Konon, tepat di bawah monumen itu dibuat merupakan pusara dirinya. Ia tewas di tempat menyusul kecelakaan pesawat. Berdasarkan cerita setempat, patung berwarna hitam legam setinggi 4 meter ini bisa bergerak sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9). Belakang kompleks SMA Aloysius Riau&lt;br /&gt;Di suatu tempat, yaitu ruangan bawah tanah di sekolah ini merupakan bekas semacam kamp konsentrasi tentara Belanda. Digunakan tentara PETA (Perjuangan Tanah Air) untuk menyiksa tentara Belanda. Konon, ruangan ini memiliki akses tembus hingga ke Jalan Tamansari (2 kilometer dari sana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10). Rumah tua di Jalan Dago&lt;br /&gt;Lokasinya mudah ditemukan, di pinggir jalan Dago. Di rumah ini terdapat mobil tua dan TV yang terus menerus menyala serta pagar yang tidak bisa ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11). Sekitaran jalan tongkeng (stadion siliwangi)&lt;br /&gt;Konon, disana ada seorang prajurit belanda tanpa kepala yang menunggangi kuda. Whoopers bisa coba datang jika mau memastikan keberadaannya datang aja sekitar jam 11 malam dan tiuplah peluit disana konon dia akan datang untuk mengambil kepalanya yang tergeletak dijalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12). Jalan cipaganti tepatnya dekat pom bensin&lt;br /&gt;Konon, disana sering ada penampakan seorang jawara (jagoan) didaerah tersebut yang meninggal dengan kepala terputus. Maka apabila melewati jalan cipaganti harus berhati-hati dan jika whoopers merasa menabrak sesuatu lebih baik jangan berhenti konon itu adalah kepala sang jawara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13). Jalan tamansari Bandung&lt;br /&gt;Yang ane tau disana sering terjadi penampakan kuntilanak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14). Sekitar balai kota Bandung&lt;br /&gt;Konon apabila komandan melemparkan uang koin kedalam taman balkot konon Whoopers akan diikuti oleh sesosok tuyul.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5924663885305918589-5961253306619614213?l=oncommunity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oncommunity.blogspot.com/feeds/5961253306619614213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5924663885305918589&amp;postID=5961253306619614213&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5924663885305918589/posts/default/5961253306619614213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5924663885305918589/posts/default/5961253306619614213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oncommunity.blogspot.com/2011/02/tempat-tempat-paling-menyaramkandi-kota.html' title='Tempat Tempat Paling MenyaramkanDi Kota Bandung'/><author><name>k4bul h1d4yAt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03942054626421258864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_vUEfepeRAQI/TTJY6B6gjJI/AAAAAAAAABM/opW3ttbJ5Qg/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5924663885305918589.post-8090161114715347053</id><published>2011-02-18T05:54:00.000-08:00</published><updated>2011-02-19T19:45:18.776-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Did You Know'/><title type='text'>manfaat getah pepaya</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Dari Bahan Kosmetik hingga Obat Cacing&lt;br /&gt;Kebanyakan orang selama ini hanya mengenal buah pepaya (Carica papaya  L) sebagai makanan pelengkap atau pencuci mulut jika sudah masak.  Paling jauh, orang mengenal getah pepaya untuk pelunak daging dan &lt;span id="more-12"&gt;&lt;/span&gt;belum banyak yang tahu bahwa tumbuhan itu mengandung banyak manfaat dan khasiat.&lt;br /&gt;Batang, daun, dan buah pepaya mengandung getah berwarna putih yang  mengandung enzim pemecah protein atau proteolitik dan populer dengan  sebutan papain. “Enzim ini banyak digunakan dalam berbagai kegiatan  industri, seperti industri farmasi sebagai bahan obat, kosmetik,  tekstil, penyamakan kulit dan lainnya. Namun sayang, hanya sebagian  kecil masyarakat kita yang melakukan budidaya pepaya tersebut,” kata  staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (Unlam)  Banjarmasin (Kalimantan Selatan) Supiyatna.&lt;br /&gt;Di antara getah batang, daun, dan buah, kata Supiyatna, getah yang  berasal dari buah lah yang paling berkualitas. Papain dari batang dan  daun hanya memiliki aktivitas proteolitik sekitar 200 MCU/ gram (g)  sementara dari buahnya jauh lebih banyak, sekitar 400 MCU/g. Sedangkan  produksi papain dari buah bisa mencapai sekitar 440 kg/tahun/ hektar.&lt;br /&gt;Ada tiga kategori papain yang dibutuhkan pembeli di luar negeri,  yakni papain kasar (crude papain), papain bersih (refined papain), dan  papain murni (pure papain). Di pasaran Amerika Serikat kini telah  ditetapkan spesifikasi mutu papain oleh Botanical Derivatives Catalogue.  Artinya, jika mutunya tidak sesuai dengan standar yang ditentukan,  mereka tidak akan membeli. Dan, pada umumnya importir AS menyukai  pengemasan dalam kantung plastik berisi gas nitrogen yang dimasukkan ke  dalam kaleng. Sementara importir Inggris menyukai pengemasan dalam drum  berlapis polietilen dengan kapasitas 20-25 kg.&lt;br /&gt;Penggunaan enzim dalam berbagai kegiatan di Indonesia semakin meluas.  Sementara badan usaha yang memproduksi enzim tersebut masih sangat  sedikit karena bahannya harus diimpor. Padahal, di mana pun tanaman  pepaya di Tanah Air bisa tumbuh dengan baik.&lt;br /&gt;Ada beberapa keuntungan dalam penggunaan enzim papain ini, yakni  tidak bersifat toksik, tak ada reaksi samping, tak ada mengubah tekanan,  suhu dan pH yang drastis, dan pada konsentrasi rendah sudah bisa  berfungsi baik.&lt;br /&gt;Konon, produksi papain dunia sekitar 275 ton per tahun. Sri Lanka,  Uganda, Tanzania, Meksiko, Brasil, dan Argentina justru melakukan  perkebunan besar pepaya yang khusus memproduksi papain. Pasar papain  mereka sudah tetap, yakni Amerika Serikat (AS), Inggris, Belgia, dan  Belanda. Harga papain di Tanah Air saat ini sekitar Rp 300.000/kg.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;MANFAAT pertama papain adalah pelunak daging. Daging dari hewan tua dan  bertekstur bisa menjadi lunak. Pada pH, suhu, dan kemurnian papain, daya  pemecahan protein yang dimiliki papain dapat diintensifkan lebih jauh  menjadi kegiatan hidrolisis protein. Harga produk itu saat ini sangat  mahal.&lt;br /&gt;Papain juga banyak digunakan sebagai bahan aktif dalam preparat  farmasi seperti obat gangguan pencernaan, dispesia, dan obat cacing.  Dalam rangka pembedahan papain bisa digunakan sebagai obat pengendali  oedema dan imflamasi.&lt;br /&gt;Yang banyak digunakan saat ini adalah bahan aktif untuk krim,  pembersih kulit muka. Sebab, papain bisa melarutkan sel-sel mati yang  melekat pada kulit dan sukar terlepas secara fisik. Noda dan flek di  wajah bisa dikikis oleh papain hingga menjadi mulus dan bersih. Papain  pun bisa digunakan sebagai bahan pembuat pasta gigi, sebab bisa  membersihkan sisa makanan apa saja yang melekat di gigi.&lt;br /&gt;Manfaat lainnya adalah, bahan perenyah pada pembuatan kue kering  seperti cracker, bahan penggumpal susu pada pembuatan keju, bahan  pelarut glatin, dan bahan pencuci lensa.&lt;br /&gt;Pada pembuatan bir yang diolah dengan cara fermentasi kecambah gandum  dan jika didiamkan lama atau kondisi sekitarnya dingin, maka akan  berubah menjadi keruh. Ini disebabkan dalam kecambah gandum terdapat  senyawa polifenol-protein yang terbawa dalam bir akan terpisah dan  mengendap, yakni berupa dispersi padatan yang sangat luas melayang di  seluruh cairan bir.&lt;br /&gt;Pektin juga dihasilkan dari buah pepaya tersebut. Menurut Supiyatna,  industri makanan dan minuman telah menggunakan pektin sebagai bahan  pemberi tekstur pada roti dan keju, bahan pengental dan stabilizer pada  minuman sari buah, bahan pokok pembuatan jelly, jam, dan marmalade.&lt;br /&gt;Sedang di industri farmasi, pektin digunakan sebagai emulsifier bagi  preparat cair dan sirup, obat diare pada anak-anak, obat penawar racun  logam, bahan penurun daya racun dan meningkatkan daya larut obat sulfa,  memperpanjang kerja hormon dan antibiotika, bahan pelapis perban  (pembalut luka) guna menyerap kotoran dan jaringan yang rusak serta  bahan kosmetik, oral atau injeksi untuk mencegah pendarahan. (Kompas  Cyber Media)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;obat/nyamuk&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5924663885305918589-8090161114715347053?l=oncommunity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oncommunity.blogspot.com/feeds/8090161114715347053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5924663885305918589&amp;postID=8090161114715347053&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5924663885305918589/posts/default/8090161114715347053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5924663885305918589/posts/default/8090161114715347053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oncommunity.blogspot.com/2011/02/manfaat-getah-pepaya.html' title='manfaat getah pepaya'/><author><name>k4bul h1d4yAt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03942054626421258864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_vUEfepeRAQI/TTJY6B6gjJI/AAAAAAAAABM/opW3ttbJ5Qg/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5924663885305918589.post-7216368564589599167</id><published>2011-01-02T05:22:00.000-08:00</published><updated>2011-01-02T05:22:21.486-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Babat Tulungagung</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Pada  jaman pemerintahan Majapahit hubungan antara daerah pedalaman sangat  sulit, sehingga keamanan di sebelah selatan sungai Brantas tidak dapat  dikuasai. Sering disana-sini timbul pemberontakan. Berdirinya  perguruan-perguruan sangat besar manfaatnya bagi kepentingan raja,  karena selain mengajarkan ilmu, para guru umumnya juga merupakan mata  telinga daripada perguruan negara. Demikian juga hubungannya dengan  perguruan di &lt;strong&gt;dukuh Bonorowo&lt;/strong&gt;, dekat &lt;strong&gt;Campurdarat&lt;/strong&gt; yang terkenal dipimpin oleh seorang sakti bernama &lt;strong&gt;Kyai PACET&lt;/strong&gt;. Kyai Pacet mengajarkan ngeilmu&lt;strong&gt; Joyokawijayan&lt;/strong&gt;. Ia mempunyai murid-murid pilihan diantaranya : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 66pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;1. &lt;strong&gt;Pangeran Kalang &lt;/strong&gt;dari &lt;strong&gt;Tanggulangin&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 66pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;2. &lt;strong&gt;Pangeran Bedalem&lt;/strong&gt; dari &lt;strong&gt;Kadipaten Betak&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 66pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;3. &lt;strong&gt;Menak Sopal &lt;/strong&gt;dari &lt;strong&gt;Kadipaten Trenggalek&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 66pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;4. &lt;strong&gt;Kyai Kasanbesari tua-tua&lt;/strong&gt; dari &lt;strong&gt;dukuh Tunggul&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 66pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;5. &lt;strong&gt;Kyai Singotaruno&lt;/strong&gt; dari dukuh &lt;strong&gt;Plosokandang&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 66pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;6. &lt;strong&gt;Kyai Sendang Gumuling &lt;/strong&gt;dari &lt;strong&gt;desa Bono&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 66pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;7. &lt;strong&gt;Pangeran Lembu Peteng&lt;/strong&gt; putra &lt;strong&gt;Majapahit&lt;/strong&gt; (termasuk murid baru).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Pada  suatu hari Kyai Pacet telah mengadakan pertemuan dengan para  murid-muridnya. Pada pertemuan itu selain memberikan wejangan-wejangan  ilmu, Kyai Pacet juga menceritakan bahwa diantara murid-muridnya ada  yang mendirikan paguron, tetapi sayangnya tidak memberitahukan hal itu  gurunya. Kyai KasanBesari merasa tertusuk perasaannya, dikarenakan dia  sendirilah yang mendirikan paguron sebagaimana kata sindiran yang telah  diucapkan dihadapannya dengan terus trang oleh sang guru tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Dengan tanpa pamit seketika itu juga Kyai Kasanbesari meninggalkan tempat pesamuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Dengan  kepergian Kyai Kasanbesari yang tanpa pamit itu Kyai Pacet lalu  menyuruh dua orang muridnya yaitu Pangeran Kalang dan Pangeran Bedalem  untuk menasehati Kyai Kasanbesari agar menyadari diri dan mau kembali ke  Bonorowo untuk tetap menjadi murid Kyai Pacet. Apa sebab Kyai Pacet  menunjuk kedua muridnya tersebut?karena ia mengerti bahwa Pangeran  Kalang dan Pangeran Bedalem dengan diam-diam juga menjadi muridnya Kyai  Kasanbesari. Dengan keberangkatan dua orang utusan tersebut maka Kyai  Pacet berpesan pada murid-muridnya yang lain supaya mereka mau tetap di  Bonorowo untuk melanjutkan pelajarannya, sedang Kyai Pacet akan  mengadakan semadi di dalam sebuah gua. Yang ditugaskan mengawasi di luar  gua adalah Pangeran Lembu Peteng.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;KYAI KASANBESARI INGIN MEMYNUH KYAI PACET&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Kyai  Kasanbesari yang hatinya merasa tersinggung dan masih dalam keadaan  marah terhadap gurunya, telah kedatangan dua orang utusan dari Bonorowo  yaitu &lt;strong&gt;Pangeran Bedalem&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Pangeran Kalang&lt;/strong&gt;  dalam wawancaranya Pangeran Bedalem mengatakan, bahwa dia tidak akan  mencampuri urusan Kyai Kasanbesari dan Kyai Pacet, dan dia akan terus  pulang ke Betak. Sebaliknya Pangeran Kalang malah menunjuki tindakan  Kyai Kasanbesari bahkan dibakar semangatnya untuk diajak berotak dan  membunuh gurunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Setelah berunding masak-masak, maka berangkatlah mereka berdua ke Bonorowo dengan tujuan membunuh Kyai Pacet.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Pada  waktu Kyai Kasanbesari dan Pangeran Kalang secara diam-diam masuk ke  dalam gua tempat Kyai Pacet bersemedi dengan tanpa diketahui oleh pihak  yang mengawasi, maka kedua orang itu merasa sangat terkejut karena dalam  penglihatannya mereka telah berjumpa dengan seekor singa yang siap  menerkamnya. Kyai Kasanbesaridan Pangeran Kalang cepat-cepat keluar dari  gua dan lari tunggang-langgang. Konon, setelah kedua orang itu  melarikan diri maka Kyai Pacet memanggil Pangeran Lembu Peteng yang  berjaga di luar gua dan ditanya mendengar apakah waktu Kyai Pacet sedang  bersemadi. Pangeran Lembu Peteng menjawab, bahwa ia tadi telah  mendengar suara “&lt;strong&gt;GEMLUDUG&lt;/strong&gt;”, dan setelah dilihatnya  tampaj bahwa Kyiai Pacet memegang cahaya yang kemudian diberi nama Kyai  Gledhug, sedang desa dimana Kyai bersemedi sampai sekarang bernama &lt;strong&gt;Gledhug&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Selesai  bersemedi Kyai Pacet segera mengejar kedua oramg yang sedang berlari  itu. Kyai Kasanbesari mengerti kalau dikejar, segera mengeluarkan ilmu  kanuragannya dengan membanting buah kemiri yang berubah menjadi seekor  harimau. Kyai Pacet mengimbanginya dengan membanting bungkul gempaan  yang berubah menjadi ular besar. Kedua bintang itu berkelai, harimau  kanuragan dari Kyai Kasanbesari kalah dan berubah menjadi buah kemiri  lagi. Tempat dimana Kyai Kasanbesari menderita kekalahan oeh Kyai Pacet  dinamakan &lt;strong&gt;desa Macanbang&lt;/strong&gt;. KyaiKasanbesari terus berlari  melarikan diri, sedang Kyai Pacet bersama Pangeran Lembu Peteng kembali  ke padepokan untuk mengerahkan semua muridnya guna menangkap Kyai  Kasanbesari dan Pangeran Kalang. Murid dari Kyai Pacet disebar ke  seluruh penjuru dengan dipimpin oleh Pangeran Lembu Peteng. Akhirnya  Pangeran Lembu Peteng dan teman-temannya dapat berjumpa dengan  Kyaibesari dan Pangeran Kalang. Timbullah peperangan yang ramai.  Akhirnya Kyai Kasanbesari melarikan diri ke Ringinpitu, sedang Pangeran  Kalang dikejar terus oleh Pngeran Lembu Peteng.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Pangeran  Kalang lari ke Betak dan bersembunyi di tamansari Kadipaten Betak. Pada  waktu itu putera dari Bedalem yang bernama Roro Kembangsore sedang  berada di Tamansari. Roro Kembangsore merasa tidak keberatan bahwa  Pangeran Kalang bersembunyi di ditu, karena Pangeran Kalang masih pernah  pamannya (saudara kandung ayahnya).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Kemudian  datanglah Pangeran Lembu Peteng ke Tamansari untuk mencari Pangeran  Kalang. Di Tamansari Pangeran Lembu Peteng bertemu dengan Roro  Kembangsore. Putri Bedalem ini tidak mengakui bahwa pamannya bersembunyi  disitu. Pangeran Lembu Peteng tertarik akan kecantikan sang putri dan  menyatakan asmaranya. Roro Kembangsore mengimbanginya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Ketika  kedua merpati tersebut sedang dalam langen asmara, maka Pangeran Kalang  yang sedang bersembunyi di Tamansari dapat mengintip dan mengetahui  bagaimana tindakan kemenakannya terhadap Pangeran Lembu Peteng. Dengan  diam-diam Pangeran Kalang masuk ke dalam Kadipaten untuk melaporkan  peristiwa tersebut kepada kakaknya ialah Pangeran Bedalem. Pangeran  Bedalem setelah mendengar pelaporan dari adiknya, menjadi sangat larah  sekali, terus pergi ke Tamansari. Timbullah perang antara Pangeran Lembu  Peteng dan Pangeran Bedalem. Pangeran Lembu Peteng dapat meloloskan  diri bersama dengan Roro Kembangsore, tetapi terus dikejar oleh Pangeran  Bedalem.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Kembali  kepada kisah Kyai Besari yang berhasil meloloskan dir dari peperangan  dengan murid Kyai Pacet. Ia menuju ke desa Ringinpitu, rumah Kyai Becak,  yaitu pernah kakaknya. Pada waktu itu Kyai Becak sedang berada di  pendopo bersama dengan dua orang anaknya yang bernama Banguntulak dan  Dadaptulak. Dengan kedatangan Kyai Besari kedua anaknya tersebut lalu  keluar untuk pergi ke ladang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Kyai  Besari mengatakan bahwa kedatangannya ke Ringinpitu bermaksud untuk  meminjam pusaka ialah pusaka Ringinpitu yang berbentuk tombak bernama  Korowelang dengan alasan untuk kepentingan “&lt;strong&gt;NGIDERI PARI&lt;/strong&gt;”.  Kyai Becak tidak meluluskan permintaan adiknya. Kyai Besari marah,  akhirnya terjadi perang. Kyai Becak kalah dan mati terbunuh. Besari  terus pergi dengan membawa pusaka Korowelang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Waktu  Dadaptulak dan Banguntulak pulang dari ladang, mereka sangat terkejut  melihat ayahnya berlumuran darah dan sudah tidak bernyawa. Oleh sebab  tidak ada orang lain yang datang di situ kecuali Kyai Besari, maka  Banguntulak dan Dadaptulak yakin bahwa pembunuh ayah mereka adalah Kyai  Besari. Segera mereka mengejarnya ke arah selatan dan dapat  menemukannya. Terjadilah pertempuran. Banguntulak dan Dadaptulak kalah.  Banguntulak terluka dan berlumuran darah. Darahnya berbau langu. Maka  tempat di mana ia mati dinamakan &lt;strong&gt;Boyolangu&lt;/strong&gt;. Sedangkan tempat dimana Dadaptulak meninggal dinamakan &lt;strong&gt;Dadapan&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Kyai  Besari melanjutkan perjalanannya. Ia berjumpa dengan Pangeran Bedalem  yang sedang mengejar Pangeran Lembu Peteng. Pangeran Bedalem  menceritakan tentang peristiwanya, yang mana Kyai Besari dalam hal itu  bersedia membantunya. Keduanya segera pergi mencari Pangeran Lembu  Peteng yang lari bersama dengan Roro Kembangsore. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Pada  waktu Pangeran Lembu Peteng dan Roro Kembangsore sedang beristirahat di  tepi sungai, datanglah Kyai Besari dan Pangeran Bedalem. Pangeran Lembu  Peteng dapat ditangkap dan dibunuh, lalu jenazahnya di buang ke dalam  sungai. Roro Kembangsore dapat meloloskan diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Punakawan  Pangeran Lembu Peteng yang telah mengasuhnya sejak kecil memberitahukan  hal tersebut kepada Kyai Pacet. Kyai Pacet segera mengirimkan  utusan,ialah Adipati Trenggalek yang diikuti oleh bekas punakawan  Pangeran Lembu Peteng untuk mengadakan pelaporan ke Mojopahit. Dalam  perjalanan mereka bertemu dengan perwira Mojopahit bersama dengan  Pangeran Suka yang ketika itu mendapat tugas dari Raja untuk mencari  Putra yang meninggalkan kerajaan tanpa pamit, ialah Pangeran Lembu  Peteng. Adipati Trenggalek menceritakan peristiwa terbunuhnya Pangeran  Lembu Peteng. Setelah mengerti duduk perkaranya maka Perwira Mojopahit  bersama dengan Pangeran Suka tersebut ingin membuktikan tempat kejadian  itu bersama-sama dengan wadya balanya. Meskipun diadakan pengerahan  tenaga untuk mencarinya, namun jazad dari Pangeran Lembu Peteng tak jua  ditemukan. Sungai dimana jenazah Pngeran Lembu Peteng dibuang, oleh  perwira Mojopahit diberi nama Kali Lembu Peteng.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;PERWIRA MADA MENCARI JEJAK PANGERAN BEDALEM DAN KYAI BESARI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Pangeran  Bedalem setelah mendengar berita bahwa dia dikejar oleh bala tentara  Mojopahit, sangat ketakutan dan melarikan diri ke jurusan selatan.  Karena takutnya maka Pangeran Bedalem bunuh diri dengan menceburkan diri  ke sebuah kedung. Kedung tersebut lalu diberi nama &lt;strong&gt;Kedung Bedalem&lt;/strong&gt;. Oleh karena Kadipaten Betak lowong, maka yang diangkat menggantikan Pangeran Bedalem adalah Pangeran Kalang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Bala  tentara Mojopahit disebar untuk mencri Kyai Besari. Putra Mojopahit  yang bernama Pangeran Suka dalam mengadakan operasi pencarian ini kena  dirunduk oleh Kyai Besari dan tergelincir masuk ke sebuah kedung hinga  meninggal dunia. Kedung ini lalu dinamakan &lt;strong&gt;Kedungsoko&lt;/strong&gt;.  Akhirnya Kyai Besari dapat diketemukan di desa Tunggul oleh Perwira  Mada. Oleh karena Kyai Besari tidak menyerah maka timbullah peperangan.  Kyai Besari kalah dan terkena pusakanya sendiri yaitu pusaka Korowelang.  Dukuh tersebut oleh sang perwira dinamakan dukuh &lt;strong&gt;Tunggulsari&lt;/strong&gt;.  Karena kecakapannya menumpas pemberontakan-pemberontakan dan  kekeruhan-kekeruhan konon sang perwira akhirnya diangkat menjadi Patih  dan mendapat elar &lt;strong&gt;Patih Gajah Mada&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;PANGERAN KALANG JATUH CINTA KEPADA RORO INGGIT&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Setelah  Pangeran Kalang menjabat Adipati di Betak, maka hatinya tertawan oleh  Rr. Inggit, adik dari Reta Mursodo janda almarhum pangeran Bedalem. Roro  Inggit ingin dijadikan istrinya, tetapi menolak dan retno Mursodo tidak  menyetujuinya. Pangeran Kalang memaksanya. Roro Inggit bersama dengan  retno Mursodo meninggalkan Betak dan melarikan diri ke Plosokandang.  Pangeran Kalang berusaha mengejarnya, tetapi kehilagan jejak, sehingga  ia mengeluarkan suatu maklumat, yang menyatakan bahwa barang siapa  ketempatan dua orang putri Kadipaten Betak tetapi tidak mau melapor,  maka ia akan dijatuhi hukuman gantung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;KYAI PLOSOKANDANDANG DIPERSALAHKAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Salah  seorang murid Kyai Pacet yang bernama Kyai Singotaruno, disebut pula  Kyai Plosokandang, karena berasal dari Plosokandang. Pada suatu hari ia  bertemu dengan dua orang putri dari Kadipaten Betak, yang tak lain  adalah Rr, Inggit dan Retno Mursodo. Kedatangan putri Betak ini sengaja  mencari pengayoman dari Kyai Plosokandang. Segala sesuatu mengenai  tindakan Pangeran Kalang oleh retno Mursodo diceritakan semua, dan  karena Kyai Singotaruno tidak berkeberatan melindunginya, meskipun ia  tahu bahawa tindakannya itu membahayakan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Adipati  Kalang datang ke Plosokandang dan bertanya apakah Kyai Singotaruno  mempunyai tamu yang berasa dari Betak. Kyai Sin gotaruno menjawab bahwa  ia tidak mempunyai tamu seorangpun, tetapi Adipati Kalang tidak percaya,  dan ingin melihat ke belakang. Rr. Inggit dan Retno Mursodo ketika  mendengar hal itu segera berkemas dan melarikan diri ke arah barat.  Adipati Kalang mengetahui hal itu, dan ia sangat marah kepada Kyai  Singotaruno. Ia dianggap salah dan dijatuhi hukuman gantung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;RORO INGGIT BUNUH DIRI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Oleh  karena Rr, Inggit takut bila sampai di pegang oleh Adipati Kalang, maka  ia berputus asa dan terjun ke dalam sebuah Beji atau Blumbang. Desa  tempat Rr. Inggit bunuh diri oleh Pangeran Kalang dinamakan &lt;strong&gt;desa Beji&lt;/strong&gt;. Adapun Retno Mursodo terus melarikan ke gunung cilik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;mBOK RORO DADAPAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Ketika  Pangeran Lembu Peteng perang melawan Kyai Besari, Rr.Kembangsore dapat  memisahkan diri dan lari ke desa Dadapan. Di desa tersebut ia menumpang  pada seorang janda bernama mBok Rondo dadapan. mBok Rondho mempunyai  seorang anak laki-laki bernama Joko Bodho. Lama kelamaan Joko Bodho  terpikat oleh kecantika Rr. Kembangsore dan ingin sekali memperistrinya,  tetapi selalu ditolak dengan halus oleh Rr. Kembangsore. Oleh karena  Joko Bodho selalu mendesak maka pada suatu hari ketika mBok Rondho  sedang bepergian , asalkan Joko Bodho mau menjalani tapa mbisu di sebuah  gunung dekat desa itu. Joko Bodho menyetujui perdyaratan tersebut dan  pergi meninggalkan rumah. Ikatan janji ini tidak diketahui oleh mBok  Rondho Dadapan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Rr.  Kembangsore juga pergi ke gunung cilik, maka ketika mBok Rondho pulang,  ia mendapati rumah telah dalam keadaan sepi, dan ternyata kosong. Ia  pergi ke kesana-kemari dan memanggil-manggil kedua anak tersebut. Tetapi  tidak ada jawaban. Akhirnya ditemukannya Joko Bodho sedang duduk  termenung menghadap ke arah bart. Dipanggilnya berulang kali tidak  mendapat jawaban, karena jengkelnya mBok rondho lupa dan mengumpat  “bocah diceluk kok meneng bae koyo watu”. Seketika itu juga kaena sabda  mBok Rondho, Joko Bodho berubah menjadi batu. mBok Rondho menyadari atas  keterlanjuran kata-katanya, maka ia lalu berharap; “besok kalau ada  ramainya zaman gunung ini saya beri nama &lt;strong&gt;gunung Budheg&lt;/strong&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;RESI WINADI DI GUNUNG CILIK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Pada  suatu hari Adipati Kalang mendengar bahwa di gunung cilik ada seorang  pendeta wanita yang menamakan dirinya Resi Winadi. Yang menjadi pendeta  tersebut sebetulnya adalah &lt;strong&gt;Rr. Kembangsore&lt;/strong&gt;. Selain menjadi seorang pendeta ia juga menjadi seorang empu. Resi ini mempunyai dua orang abdi kinasih yang bernama &lt;strong&gt;SARWO&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;SARWONO&lt;/strong&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Pada  suatu hari cantriknya yang bernama Sarwo disuruh ke kadipaten Betak  untuk mencoba kesaktian dan keampuhan pusaka yang dibuatnya sendiri  untuk diadu dengan pusaka milik Pangeran Kalang. Cara mengadunya adalah  sebagai berikut! Kalau pusakanya ditikamkan ke sebuah pohon  beringindaunnya rontok dan pohonnya tumbang maka dialah pemenangnya.  Selanjutnya, bilamana resi Winadi yang kalah maka Resi bersedia tunduk  dan mau disuruh apa saja. Sebaliknya jika resi yang menang dan pangeran  berkeinginan untuk memiliki pusaka miliknya maka pangeran harus pergi  sendiri ke Gunung cilik dan bila sudah mulai naik harus berjalan  jongkok, tidak boleh memandang wajah sang resi sebelum diperbolehkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Setelah  cntrik mengerti akan tugas yang diberikan, berangkatlah ia. Kecuali  menugasi Sarwo, Resi Winadi juga memberi tugasSarwono untuk masuk ke  tamansari Betak dengan menyamar untuk mencabut sumbat ijuk yang ada di  tamansari. Adapun letaknya adalah di bawah batu gilang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Setelah  datang di Betak, cantrik Sarwo menhadap Adipati Kalang dan mengutarakan  maksudnya. Sang Adipati menanggapi dan menyetujuinya. Masing-masing  membawa senjata pusaka ke alun-alun untuk diadu kekuatannya. Pusaka  Kadipaten Betak dicoba terlebih dahulu ke pohon beringin yang tumbuh di  tengah alun-alun, tetapi tidak terjadi apapun. Sekarang giliran pusaka  gunung cilik. Setelah ditikamkan, pohon beringinpun langsung rontok  dannya dan tumbang pohonnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Adipati  Kalang mengakui kekalahannya dan ingin sekali memiliki pusaka tersebut.  Sarwo tidak keberatan asalkan Adipati Kalang bersedia menyetujuinya.  Dengan diantar oleh cantrik Sarwo, dan diikuti oleh beberapa orang  prajurit pengawalnya berangkatlah Pangeran Kalang ke Gunung Cilik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Di  tamansari Betak, Sarwono yang mendapat tugas mencabut sumbat lidi  segera mencari dan menemukan sabut tersebut. Sumbat segera dicabutnya,  dan seketika itu pula memancarlah sumber air yang besar. Kadipaten  Betak-pun banjir dan terendam oleh air. Sarwono dapat menyelamatkan diri  dengan menaiki sebuah &lt;em&gt;getek&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;DI PERTAPAAN GUNUNG CILIK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;waktuSarwono  sedang menghadap Resi Winadi, datanglah Ibunya Rr. Mursodo. Maka saling  berceritalah tentang riwayatnya masing-masing. Tak lupa disebutkan pula  tentang kematian Rr. Inggit yang dikarenakan Pangeran Kalang. Mereka  sangat gembira karena dapat bertemu kembali. Kemudian datanglah Patih  Mojopahit engan bala tentaranya yang ingin menyatakan kebenaran berita  yang diterimanya. Pada saat itu tampak dari kejauhan kedatangan dua  orang. Yang seorang datang dengan berjalan jongkok dan menyembah. Tamu  ini tak lain adalah Pangeran Kalang yang diantar oleh cantrik Sarwo.  Setelah dekat Sang Resi memerintahkannya supaya memandangnya. Alangkah  malu dan terkejutnya Pangeran Kalang. Karena yang disembah-sembahnya  tadi adalah keponakannya sendiri. Karena malu bercampur takut Pangeran  Kalang melarikan diri, yang kemudian dikejar oleh tentara Mojopahit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;PANGERAN KALANG MATI TERBUNUH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Pangeran  Kalang terus dikejar, dan oleh tentara Mojopahit dapat ditangkap dan  dihujani senjata tajam, sehinga pakaiannya hancur dan badannya penuh  dengan luka. Tempat dimana Pangeran Kalang tertangkap ini dinamakan &lt;strong&gt;CUWIRI&lt;/strong&gt;.  Meskipun telah terluka parah Pangeran Kalang masih dapat melarikan  diri, tetapi tertangkap lagi dan badannya disembret-sembret oleh anak  buah Patih Gajah Mada. Tempat tertangkap untuk kedua kalinya ini  dinamakan &lt;strong&gt;desa Kalangbret&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Adipati  Kalang masih berusaha lari, tetapi karena sudah merasa lelah diapun  bersembunyi di song sungai, dan disinilah dia menemui ajalnya. Tempat  tersebut oleh patih Gajah Mada dinamakan &lt;strong&gt;Kali Ngesong&lt;/strong&gt;. Setelah keadaan aman patih Gajah Mada kembali ke Majapahit. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Mayat  Pangean Kalang yang berada di dalam song lama kelamaan terbawa arus  sampai ke timur sampai ke suatu tempat. Mayat (batang—bhs. Jawa)  tersangkut pada akar pohon yang menjulang ke sungai, sehingga sampai  sekarang tempat di mana ditemukannya mayat tersebut dinamakan desa &lt;strong&gt;Batangsaren. &lt;/strong&gt;Tidak  lama kemudian mayat tersebut terbawa arus lagi sampai ke sungai Ngrowo.  Sedangkan bekas pertapaan Rr. Kembangsore hingga sekarang, menjadi  tempat pesadranan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;ASAL MULA NAMA TULUNGAGUNG&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Sejarah  menyatakan bahwa nama TULUNGAGUNG tidaklah timbul dengan tiba-tiba.  Telah banyak musim silih berganti, berikut masa-masa yang dilaluinya,  yang semuanya itu meninggalkan kenangan tersendiri di dalam riwayat  terjadinya Kota TULUNGAGUNG. Apa yang dapat kita kenangkan dari nama  TULUNGAGUNG di dalam riwayat lama, sebenarnya adalah suatu tempat  lingkaran yang berpusat di sekitar alun-alun termasuk desa Kauman dan  Kampungdalem.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Tulungagung berasal dari kata TULUNG dan AGUNG. Kata TULUNG mempunyai dua arti : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 53.1pt; text-align: justify; text-indent: -53.1pt;"&gt;&lt;span&gt;Pertama&lt;span&gt; &lt;/span&gt;: TULUNG dalam bahasa Sansekerta artinya SUMBER AIR atau dalam bahasa Jawa dapat dikatakan umbul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Kedua &lt;span&gt; &lt;/span&gt;: TULUNG yang berarti pemberian, pertolongan atau bantuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Adapun AGUNG berarti besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Jadi lengkapnya TULUNGAGUNG mempunyai arti arti “SUMBER AIR BESAR atau “PERTOLONGAN BESAR”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Meskipun  SUMBER AIR, dan PERTOLONGAN itu berlainan artinya, namun di dalam  sejarah Tulungagung keduanya tidak dapat dipisahkan karena mempunyai  hubungan erat sekali dalam soal asal mula terbentuknya daerah maupun  perkembangannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Dahulu  orang menyebutnya kabupaten Ngrowo, ialah sesuai dengan keadaan  daerahnya yang berupa rawa-rawa. Lalu lintas perhubungan dilakukan  melalui sungai, terutama lewat sungai yang sekarang masih disebut sungai  Ngrowo. Oleh sebab itu tidaklah heran bila letak daerah-daerah yang  disebutkan orang-orang dalam sejarah maupun cerita-cerita rakyat  kesemuanya tidak jauh dari sungai letaknya. Misalnya : Gledhug, Pacet,  Waung, Ketandhan, Tawing, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Sebelum dijadikannya kabupaten daerah-daerah tersebut dikuasai oleh para Tumenggung di bawah perlindungan kerajaan Mataram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Di  daerah Nrowo banyak terdapat sumber air. Diantara sumber air yang  termasuk besar sekarang sudah menjadi alun-alun. Tempat di sekitar  alun-alun inilah yang dinamakan Tulunagung yang berarti sumber air yang  besar. Dahulu daerah Ngrowo itu tidak seluas sekarang. Semenjak  katumenggungan diubah menjadi kabupaten, maka diperluaslah daerahnya.  Tulungagung menerima wilayah dari kabupaten di sekitarnya pada abad  ke-19. kabupaten Blitar menyumbang daerah Ngunut, Kabupaten Ponorogo  menyumbang daerah pegunungan Trenggalek,dan Pacitan memberi daerah  Pantai selatan, seperti Prigi, Ngrayun, Panggul, dan Jombok. Dengan  demikian pada zaman dahulu Tulungagung meliputi daerah Trenggalek juga.  Bantuan daerah tersebut meriupakan bantuan yang sangat besar bagi  masyarakat Tulungagung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span&gt;Nama-nama Bupati / Kepala Daerah yang pernah memegang PEMERINTAHAN &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;KYAI NGABEHI MANGUNDIRONO &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Ngrowo di Kalangbret&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;TONDOWIDJOJO &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Ngrowo di Kalangbret&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;R.M. MANGOENNEGORO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Ngrowo di Kalangbret&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;R.M.T. PRINGGODININGRAT &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Ngrowo di Tulungagung 1824-1830&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;R.M.T. DJAJANINGRAT &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Ngrowo di Tulungagung 1831-1855&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;R.M.A SOEMODININGRAT&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Ngrowo di Tulungagung 1856-1864&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;R.T. DJOJOATMOJO &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Ngrowo di Tulungagung 1864-1865&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;RMT GONDOKOESOEMO &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Ngrowo di Tulungagung 1865-1879&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;RT SOEMODIRJO &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Ngrowo di Tulungagung 1879-1882&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;10.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;RMT PRINGGOKOESOEMO &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Ngrowo di Tulungagung 1882-1895&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;11.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;RT PATOWIDJOJO &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Ngrowo di Tulungagung 1896-1901&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;12.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;RT COKROADINEGORO &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Tulungagung 1902-1907&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;13.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;RPA SOSRODININGRAT &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Tulungagung 1907-1943&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;14.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;R. DJANOEISMADI &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Kenchoo Tulungagung 1943-1945&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;15.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;R. MOEDAJAT &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Tulungagung 1945-1947&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;16.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;R. MOCHTAR PRABU MANGKUNEGORO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Tulungagung 1947-1950&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;17.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;R. MOETOPO &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Tulungagung 1951-1958&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;18.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;DWIDJOSOEPARTO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;kepala daerah Tulungagung 1958-1960&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;19.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;KASRAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati Tulungagung 1958-1959 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;20.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;R. SOERYOKOESOEMO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Pd. Buoati 1959-1960&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;21.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;M. POEGOEH TJOKROSOEMARTO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati/kepala daerah 1960-1966&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;22.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;R. SOENDARTO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Pd. Bupati/Kep.Daerah 1966-1968&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;23.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;LETKOL (U) SOENARDI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati/kepala daerah 1968-1973&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;24.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;LETKOL INF. MARTAWISOEROSO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati/kepala daerah 1973-1978&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;25.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;SINGGIH&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati/kepala daerah 1978-1983&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;26.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;DRS.MOH. POERNANTO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;bupati/kepala daerah 1983-1987&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;27.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;DRS. H. JAIFUDIN SAID&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0pt 0pt 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;28.&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;IR. HERU CAHYONO, M.Si &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sekarang&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span&gt;(&lt;em&gt;maaf bila terdapat kesalahan penulisan nama dan gelar, tolong untuk koreksi bisa email ke admin, obatnyamuk21@yahoo.com&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5924663885305918589-7216368564589599167?l=oncommunity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oncommunity.blogspot.com/feeds/7216368564589599167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5924663885305918589&amp;postID=7216368564589599167&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5924663885305918589/posts/default/7216368564589599167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5924663885305918589/posts/default/7216368564589599167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oncommunity.blogspot.com/2011/01/babat-tulungagung.html' title='Babat Tulungagung'/><author><name>k4bul h1d4yAt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03942054626421258864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_vUEfepeRAQI/TTJY6B6gjJI/AAAAAAAAABM/opW3ttbJ5Qg/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5924663885305918589.post-8658487232905885705</id><published>2010-12-18T05:16:00.000-08:00</published><updated>2011-03-11T05:17:59.733-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Arti Cinta</title><content type='html'>&lt;div class="postentry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div class="postentry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Cinta  adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia  untuk saling…. (saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi,  saling pengertian dll). Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat  dipaksakan, cinta hanya dapat brjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan  “saling” tersebut… cinta tidak dapat berjalan apabila mereka  mementingkan diri sendiri. Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti  menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari  pengertian pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Cinta adalah memberikan  kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan  datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. CInta indah namun  kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta  itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta  dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Cinta itu perasaan  seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu  yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain).  Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan  hubungan, haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima  pasangannya apa adanya, tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi  suka bersama dan berbagi kesedihan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu adalah  sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci yang timbul tanpa adanya  paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat, Menurut saya pribadi cinta  itu dapat membuat orang itu dapat termotivasi untuk melakukan perubahan  yang lebihb aik daripada sebelum ia mengenal cinta itu. Cinta itu  sesuatu yang suci dan janganlah kita menodai cinta yang suci itu dengan  ke-egoisan kita yang hanya menginginkan enaknya buat kita dan ndak  enaknya buat kamu. TIPS; untuk mengawetkan cinta dibutuhkan PENGERTIAN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu  perasaan terdalam manusia yangmembuatnya rela berkorban apa saja demi  kebahagiaan orang yang dicintainya. Pengorbanannya itu tulus, tidak  mengharap balasan. Kalau misalnya memberi banyak hadiah ke seseorang  tapi dengan syarat orang itu harus membalasnya dengan mau jadi  kekasihnya, itu bukan cinta namanya. CInta tidak bisa diukur dengan  materi ataupun yang berasal dari dunia fana. Dan percayalah… cinta  terbesar biasanya selalu datang dari ibu kandung, bukan dari pacar  (sebab cinta pacar bisa luntur suatu saat atau setelah menikah kelak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta,  membuat bahagia, duka ataupun buta. Cinta itu penuh pengorbanan,  kepahitan, keindahan dan kehangatan. Cinta adalah sebuah keinginan untuk  memberi tanpa harus meminta apa-apa, namun cinta akan menjadi lebih  indah jika keduanya saling memberi dan menerima, sehingga kehangatan,  keselarasan dan kebersamaan menjalani hidup dapat tercapai. CInta adalah  kata yang memiliki banyak makna, bergantung bagaimana kita  menempatkannya dalam kehidupan. Ai wa atatakai koto da.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu  bisa membuat orang buta akan segalanya hanya demi rasa sayang terhadap  sang kekasih. Kita juga tau apa maknanya cinta itu. Cinta psti bisa  membuat orang merasakan suka dan duka pada waktu yang sama ketika kita  berusaha mendapat kebahagiaan bersama. Jadi bukanlah kebahagiaan untuk  kita sendiri. Meskipun demikian kita jangan samapi salah langkah agar  tidak menuju kesengsaraan. Lakukanlah demi orang yang kamu kasihi agar  kau tidak merasa sia-sia tanpa guna. Karena hal itulah yang membuat  hidup menjadi lebih hidup (Losta Masta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah perasaan  hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan  adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi. CInta  tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga  daripada harta karun termahal di dunia pun. Saat seseorang memegang  tanganmu dan bilang ” Aku cinta kamu…” pasti menjadi perasaan hangat  yang istimewa! Karena itu, saat kamu sudah menemukan seseorang yang  begitu berharga buat kamu, jangan pernah lepaskan dia! Namun adakalanya  cinta begitu menyakitkan, dan satu-satunya jalan untuk menunjukkan  cintamu hanyalah merlekan dia pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu adalah sebuah  perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya,  bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Jika kita sudah mengenal cinta,  kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan  tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah  orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup. Dengan  cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk  melindungi orang yang kita cintai, apaun yang akan terjadi pada kita. Ai  ga kirei’n da!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta merupakan anugerah yang tak ternilai  harganya dan itu di berikan kepada makhluk yang paling sempurna,  manusia. Cinta tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, tidak dapat  dideskripsikan dengan bahasa apaun. Cinta hanya bisa dibaca dengan  bahasa cinta dan juga dengan perasaan. Cinta adalah perasaanyang  universal, tak mengenalgender, usia, suku ataupun ras. Tak perduli cinta  dengan sesama mansuia, dengan tumbuhan, binatang, roh halus,ataupun  dengan Sang Pencipta. Lagipula, cintaitu buta. Buta sama dengan  meraba-raba. Jadi… cinta itu meraba-raba…(^o^)/… meraba-raba isi hati  yang dicinta…&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5924663885305918589-8658487232905885705?l=oncommunity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oncommunity.blogspot.com/feeds/8658487232905885705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5924663885305918589&amp;postID=8658487232905885705&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5924663885305918589/posts/default/8658487232905885705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5924663885305918589/posts/default/8658487232905885705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oncommunity.blogspot.com/2010/12/arti-cinta.html' title='Arti Cinta'/><author><name>k4bul h1d4yAt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03942054626421258864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_vUEfepeRAQI/TTJY6B6gjJI/AAAAAAAAABM/opW3ttbJ5Qg/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
